Bantul — Semarak peringatan Festival Seni Qasidah (FSQ) di MA Mafaza Bantul terasa berbeda dan lebih meriah dari biasanya. Tidak hanya diisi dengan lantunan syair dan kompetisi seni Islami, acara ini juga menjadi wadah bagi para santri kelas 12 untuk mempraktikkan secara langsung ilmu kewirausahaan yang telah mereka pelajari di bangku sekolah.
Dengan penuh antusias, para santri kelas 12 mendirikan dan mengelola berbagai stand makanan dan minuman hasil kreasi mandiri. Mulai dari proses perencanaan, pembuatan produk, penataan stand, hingga strategi pemasaran dilakukan secara gotong royong oleh para santri.
Kehadiran stand-stand kewirausahaan santri ini bukanlah sekadar kegiatan hiburan semata, melainkan bentuk implementasi dari visi dan misi MA Mafaza Bantul. Sekolah berkomitmen untuk tidak hanya mencetak generasi yang unggul dalam ilmu agama dan akademis, tetapi juga mandiri serta memiliki jiwa entrepreneurship (kewirausahaan) yang kuat.
Melalui mata pelajaran kewirausahaan yang menjadi salah satu materi unggulan di MA Mafaza Bantul, para santri dibekali teori bisnis dan praktik lapangan. Momen FSQ kemarin menjadi ajang pembuktian bahwa teori yang dipelajari di kelas dapat diwujudkan dalam bentuk karya nyata yang bernilai ekonomis.
Stand kuliner santri kelas 12 pun diserbu oleh pengunjung FSQ, mulai dari sesama santri, para guru, hingga tamu undangan. Produk-produk makanan yang disajikan tidak hanya lezat, tetapi juga dikemas secara menarik dan ekonomis. Melalui kegiatan ini, diharapkan para santri kelas 12 memiliki bekal kemandirian, pengalaman mengelola usaha, serta keberanian untuk berinovasi setelah lulus dari MA Mafaza Bantul kelak.