Bantul, 13 Juli 2026 – Madrasah Aliyah (MA) Mafaza Bantul menyelenggarakan kegiatan In House Training (IHT) pada tanggal 6–7 Juli 2026 sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia dan penguatan profesionalisme guru dalam menyambut tahun pelajaran baru. Kegiatan yang diikuti oleh seluruh pendidik dan tenaga kependidikan ini dilaksanakan di lingkungan MA Mafaza Bantul dengan menghadirkan narasumber yang kompeten di bidang pendidikan.Selama dua hari pelaksanaan, peserta memperoleh berbagai materi yang relevan dengan penguatan kompetensi guru, implementasi pembelajaran mendalam (deep learning), serta penguatan peran pendidik dalam menghadapi tantangan pendidikan abad ke-21.
Pada hari pertama, Senin (6/7/2026), kegiatan diawali dengan materi “Peningkatan Kompetensi Guru melalui Budaya Refleksi untuk Optimalisasi Pemilihan Model dan Metode Pembelajaran yang Tepat dan Variatif” yang disampaikan oleh Heni Prilantari, S.Pd., M.Pd. pengawas madrasah kabupaten Bantul. Materi ini menekankan pentingnya budaya refleksi sebagai landasan guru dalam mengevaluasi proses pembelajaran sehingga mampu memilih strategi pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik peserta didik.
Sesi berikutnya menghadirkan tim dari PULITNUM Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) yaitu Dinda Amelia, S.Pd., M.Pd. dan Muhammad Ainun Niam, S.Pd., Gr. yang membahas integrasi literasi dan integrasi numerasi dalam Kerangka Belajar Mengajar (KBM) berbasis Pembelajaran Mendalam (Deep Learning). Melalui materi tersebut, para guru diajak untuk mengintegrasikan kemampuan literasi dan numerasi ke dalam seluruh mata pelajaran sehingga peserta didik tidak hanya menguasai materi, tetapi juga mampu berpikir kritis, analitis, dan memecahkan masalah secara kontekstual.
Memasuki hari kedua, Selasa (7/7/2026), kegiatan dibuka dengan materi “Peran Guru dan Tenaga Kependidikan” yang disampaikan oleh Hj. Sri Sayekti, S.Pd., M.Pd kepala sekolah penggerak SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta. Dalam paparannya, beliau mengingatkan bahwa guru tidak hanya berperan sebagai penyampai ilmu, tetapi juga sebagai pendidik, pembimbing, teladan, serta penggerak budaya positif di lingkungan madrasah.
Selanjutnya, seluruh peserta mengikuti sesi Review Awal Kurikulum sebagai persiapan menghadapi pelaksanaan pembelajaran pada tahun ajaran baru. Melalui forum ini, guru bersama manajemen madrasah melakukan evaluasi terhadap perangkat pembelajaran, penyelarasan kurikulum, serta berbagai strategi yang akan diterapkan agar proses pembelajaran berjalan lebih efektif dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik.Kegiatan ditutup dengan pembagian jobdesk dan penetapan Person in Charge (PIC) Program Madrasah, sebagai bentuk penguatan tata kelola organisasi dan pembagian tanggung jawab yang jelas kepada seluruh guru dan tenaga kependidikan dalam menjalankan berbagai program madrasah.Kepala MA Mafaza Bantul berharap melalui In House Training ini seluruh pendidik semakin siap memberikan layanan pendidikan yang berkualitas, inovatif, dan berorientasi pada pengembangan karakter serta kompetensi peserta didik. Selain menjadi sarana peningkatan kompetensi profesional, kegiatan ini juga menjadi momentum memperkuat kolaborasi antar guru dalam mewujudkan MA Mafaza Bantul sebagai madrasah yang unggul, adaptif, dan siap menghadapi perkembangan dunia pendidikan.”Melalui In House Training ini, diharapkan seluruh guru MA Mafaza Bantul mampu mengimplementasikan pembelajaran yang lebih reflektif, inovatif, serta berpusat pada peserta didik, sehingga tercipta ekosistem pendidikan yang berkualitas dan berkelanjutan.”