Biografi Bapak Pandu Dunia
08/26/2019

Oleh Nur Baitina*

Biografi Bapak Pandu Dunia

mafaza.sch.id

Nama Lengkap          : Robert Stephenson Smyth Baden Powell

Nama Kecil                 : Stephenson / Steve / Stee

TTL                             : Kota London, Inggris, 22 Februari 1857

Ayah                           : Prof. Domine Baden-Powell

Ibu                              : Miss Henrietta Grace Smyth

Istri                             : Olave St Clair Soames (menikah, 1912)

 

Rertob Stephenson Smyth Baden-Powell, Baron I Baden Powell Gilwell. Ia adalah seorang tentara Inggris dan penemu the Boy Scouts. Lahir di London dan merupakan lulusan Charterhouse School. Ia pernah datang ke Indonesia pada tanggal 3 Desember 1934. Pada waktu itu, Indonesia masih bernama Hindia Belanda di usia 19 tahun. Ia memutuskan untuk bergabung dengan dinas kemiliteran. Pengalamannya di ketentaraan inilah yang nantinya akan banyak mempengaruhi perkembangan berdirinya gerakan kepanduan di Inggris.

Pada tahun 1907, Baden-Powell mendapatkan undangan dari perkumpulan Boys Brigade untuk mengisahkan pengalaman-pengalamannya selama di Afrika. Khususnya dan selama di dinas ketentaraan pada umumnya. Perkemahan pertama tersebut diselenggarakan di Pulau Brownsea (Brownsea Island). Pada tahun 1908 ia menulis buku Scouting For Boys. Buku inilah yang mengakibatkan perkembangan kepanduan menjadi semakin besar. Buku ini menyebar di seluruh daratan Eropa sampai ke daerah-daerah jajahan. Pada tahun 1920, para pandu sedunia berkumpul di Olimpia, London, Inggris dalam acara Jambore Dunia yang pertama.

Pada hari terakhir kegiatan jambore tersebut (6 Agustus 1920) Baden-Powell diangkat sebagai Chief Scout Of The World atau Bapak Pandu Sedunia. Baden-Powell juga dianugerahi gelar Lord Baden Powell Of Gilwell, dengan julukan Baron oleh Raia George V. Setelah berkeliling dunia, termasuk mengunjungi Batavia (sekarang Jakarta) pada tanggal 3 Desember 1934, sepulangnya dari meninjau Jambore di Australia. BP beserta Lady Baden-Powell menghabiskan masa-masa akhirnya tinggal di Inggris (1935-1938).

Kemudian Baden-Powell kembali ke tanah yang amat dicintainya, Afrika. Dan ia menghabiskan masa tuanya di Nyeri, Kenya. Ia wafat pada tanggal 8 Januari 1941. Janazahnya diantar di atas kereta yang ditarik oleh para pandu yang sangat mencintainya ke tempat peristirahatan terakhir. Kisah baden Powell tersebut sangat luar biasa, semoga kita sebagai pandu dapat meneladani segala kebaikan dan semangat beliau. Hidup pramuka!

 

*) Adalah siswi XI MIPA MA. Mafaza Bantul D.I Yogyakarta, asal Bantul Yogyakarta.

 

PERAN PRAMUKA BAGI GENERASI MILENIAL

PERAN PRAMUKA BAGI GENERASI MILENIAL

Oleh Devita Istiqomah Pramuka merupakan salahsatu kegiatan positif bagi remaja apalagi pada era milenial yang semuanya serba digital. Praja Muda Karana adalah kegiatan diparkasai Boden Powel yang memiliki arti “Jiwa Muda yang Suka Berkarya”. Kegiatan pramuka ini...

Cerpen Niken Larasati

Cerpen Niken Larasati

Cerpen Santri MA. Mafaza Bantul Yogyakarta  JINGGA & MATAHARI oleh Nilken Larasati JINGGA POV Hai,kenalin.aku Jingga.Tanpa tambahan nama depan ataupun belakang, alias Jingga tok!.Aku berjalan-ralat,lari kecil ke luar sekolah kebanggaanku.MA MAFAZA.Aku cinta...